18.8.14

Bermula dari Kesamaan

(google)



Terkadang kita terlalu menyepelekan yang namanya persamaan. Banyak orang mengatakan tampil beda (baca: berbeda) adalah inovatif. Sesuai dengan sebuah pernyataan yang cukup familiar diantara kita “perbadaan adalah hikmah”.Itu cukup benar. Dengan ada perbedaanlah tejadinya penemuan-penemuan spektakuler dunia. Tapi, sadar ga kita? Kalau kita sangat jarang memperhatikan persamaan diantara sesama. Sebenarnya persamaan sesuatu yang mendatangkan hikmah juga.

“aku ngafans banget sama buku karangan-karangan dia”, “aku suka banget produk ini/itu”, “aku anak ke 4 dari 5 bersaudara”, “aku sukan music genre ini”, “aku suka liat abang senior itu”
“Oya? Aku juga..”
“Kok kita sama ya? Yauda nanti kita cari tau sama-sama info itu yaa”
Akhirnya jadi saudara atau teman kan?

Iya, sadar ga sadar, kita bisa punya saudara baru yang di mulai dari sebuah kesamaan hobi dan kesukaan terhadap sesuatu. Sebuah komunitas juga terbentuk diawali dengan kesamaan misi, visi dan ide. Hancurnya sebuah komunitas karena tidak ada lagi persamaan prinsip di dalamnya. Contoh: grub band tanah air yang sangat terkenal seperti Peterpan, ST12, Cherrybelle, Coboy Junior dll bubar karena apa? Karena tidak adanya kesamaan prinsip. Ketika awalnya honor antara vokalis, gitaris, drummer dan penyayi latar disamakan, semua berjalan baik. Sedangkan pada saat di bedakan semuanya hancur berantakan.

Seorang teman biasa berubah status jadi teman dekat bermula dari kesamaan. Saya punya teman Perempuan penggila novel dari SD, sedangkan saya masi membaca cerita dongeng ketika usia itu. Namanya Kana. Saya mengenal novel dari kana ketika Tsanawiyah di sebuah pondok pesantren MUQ Langsa. Masih teringat oleh saya, novel yang pertama sekali saya baca adalah “dealova” karangan Dyan Nuranindya (2005). Semenjak memiliki kesukaan yang sama, kami jadi teman dekat sampai sekarang. J

Seorang teman Laki-laki, tanya “ aida anak keberapa dalam keluarga dari berapa saudara? Suka olahraga apa?”. Saya jawab “anak ke-4 dari 5 saudara. Abang sudah meninggal. Jadi sekarang anak ke-3 dari 4. Suka dengan basket”. Ga lama setelah itu, saya punya olahraga favorit baru, badminton. “Wah, kita banyak kesamaan ya? Aku juga hobi basket dan anak ke-3 dari 4 punya adek 1, cowok. Kalau aida adek cewek atau cowok?” . “adek saya cewek, wah kebetulan ya?”. Bermula dari kesamaan itu, kami berlanjut jadi teman dekat antara laki-laki dan perempuan, BF and GF. Haha :D . Masa itu ya.. tidak untuk sekarang. Saya masih teringat terakhir kali kami dekatnya hampir tamat sekolah Aliyah dan dia punya cita-cita (kesukaana) yang kami berdua punya perbedaan pandangan. Dari situ hubungan kita, berubah jadi teman biasa. :D

Salah satu follower-following di jejaring media sosial twitter mentweet “beda dukungan calon presiden, sepasang kekasih pun terancam bubar”. Waw, waw, lagi-lagi karena perbedaan ya. Semoga ga ada suami-istri yang begini yaa.. Meskipun ada. Semoga bisa sama-sama mengatasi perbedaan keduanya.

Cerita lain, dari seorang teman yang setahun lalu “hampir saja” menjadi keluarga broken home. Tapi, Alhamdulillah. Semua terselesaikan dengan baik. Ibunya teman saya berprofesi sebagai guru dan ayahnya bekerja sebagai jasa pengangkutan. Suatu hari ibunya teman saya kena mengawas ujian anak-anak yang kebetulan pasangan pengawas dengan bapak-bapak seumuran ibunya. Cerita demi cerita, keduanya memiliki jumlah anak yang sama dan anak kedua mereka rupanya seumuran, begitu juga dengan anak ke-3 dan ke-4. Semenjak itulah, keduanya smsan layaknya anak-anak remaja usia SMP yang baru saja mengenal lawan jenis. Singkat cerita, ibunya teman saya dan bapak tersebut semakin hari semakin dekat. Bermula dari kesamaan profesi dan latar belakang keluarga. Ibunya mulai bertingkah agak tidak menyukai profesi ayahnya lagi. Dan rumah tangga Ayah-ibu teman saya untuk beberapa bulan kacau. Terakhir teman ibunya yang menyelesaikan masalah ini, juga di bantu teman saya yang mulai dewasa sebagai sulung dalam keluarganya. Alhamdulillah, selesai masalahnya! Dan kembali keluarga ini menyamakan prinsip.

Ada persamaan ada pula perbedaan. Perlu di ketahui keduanya sama-sama mendatangkan hikmah. Dari perbedaan kita belajar untuk saling menghargai dan dari persamaan kita belajar untuk saling bersatu.
Kita tentu tidak akan pernah bisa bergabung dan bercekrama dalam frekuensi waktu yang lama bila di antara kita ada yang berbeda. Seorang militer pasti sulit bergabung dengan orang yang memiliki gerak lambat. Begitu seterusnya, kita akan bersama-sama dengan orang yang seperti kita. Suami-istri pun begitu. Sebagaimana kita, begitu juga calon pasangan kita. Itu jelas di dalam Al-qur’an surat An-Nur ayat 26.

Pasti kita akan berkumpul dengan teman, sahabat, atau orang-orang yang memang sama-sama bisa membangun jaringan lebih baik ke depannya. Perbedaan tetap akan menjadi titik awal sebuah ide gemilang.

Semoga kita selalu berada dalam lingkungan yang baik, teman yang baik juga saudara yang baik-baik. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan petunjuk Allah. Amiin.


Love,
AH.

No comments:

Post a Comment