Musik menurut wikipedia adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan
keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat
menghasilkan irama. Sumber lain, Musik adalah bunyi sesuatu yang di anggap menyenangkan dan menghibur oleh pendengarnya. Dan menurut saya, Musik adalah sebuah seni yang berupa irama dan lagu serta hiburan kehidupan.
Berbicara masalah musik ga pernah ada ujungnya. Kenapa? seiring berkembang jaman, musik juga ikut berkembang. Jadi, musik akanterus berputar. Bagi kalian pecinta dan penikmat musik pasti sudah cukup paham hal yang beginian. Ya kan? (:
Baik, jadi saya mau kasih tau sedikit jenis (genre) dan alat musik yang saya sukai sejak saya mengenal "musik". Saya suka genre musik POP yang cheerful (bahagia), Romance (romantik) dan kadang-kadang suka juga yang rada mellow (sedih). Saya udah suka nyanyi sebenarnya semenjak di bangku Sekolah Dasar (SD), saya sekolahnya tidak di SD akan tetapi di Madrasah Ibtidaiyah (MIN). Dulu, saya suka sekali program yang namanya MTV Ampuh. Ketika nonton acara itu, kalo ada lagu yang saya rasa familiar, saya langsung saja menyanyi besar-besar, karena ada subtitlenya jadi lebih memudahkan. Saya sering sekali salah baca subtitle, akibatnya saya sering kena marah sama kakak. Tapi, karena suka, ya saya sering mengabaikan marahannya. Dan biasanya kakak yang mengalah kok. Haha.
Waktu MIN juga saya paling anti dengan lagu-lagu barat. Kalo ada lagu Barat, pasti saya yang pertama minta di gantikan channel sama kakak, abang saya (mereka penguasa remote di rumah). Alhamdulillah kalo mereka baik hati mau di ganti. Kalo lagi ga baikan, ya saya palingan keluar rumah, cari kawan bermain. :)
Namun, semenjak lulus dari MIN saya melanjutkan studi ke Pesantren Madrasah Ulumul Qur'an (MUQ) Langsa. Di pesantren semuanya berubah.Yang dulunya saya suka dengan musik-musik populer Indonesia, tiba-tiba senang mendengar Nasyid dan murattal (bacaan Al-qur'an). Saya menyukai murattal, karena di pesantren saya sering di putar di mushalla kalo hari juma't, sembari kami gotong royong murattal menemani kami. Tetapi, itu hanya beberapa bulan pertama saja. Setelah itu, saya lebih sering mendengar Nasyid di hari juma't dari asrama kami atau dari celah-celah pintu kamar ustazah ketika gotong royong. Kebetulan kakak saya juga pecinta nasyid. Jadi lha saya semakin cinta. (:
Ketika SMA tahun 2008, saya masih di pesantren yang sama. Di awal masa-masa putih abu-abu ini saya tertarik dengan sebuah lagu amatir anak-anak muda kuala simpang yang di iringi dengan gitar. Saya masih ingat bagaimana suara dan instrument gitar itu di mainkan. It's wonderful enough! saya lupa judul lagunya apa.. hehehe
Tahun 2008 juga heboh dengan lagunya Geby "Tinggal Kenangan". Video lagu tersebut juga menggambarkan bagaimana seorang Geby yang sedang patah hati dengan lihainya memainkan Gitar. Tidak hanya itu, selang beberapa saat setelah heboh Lagu geby. Saya membaca novelnya Ari Nur "Diaroma sepasang Al-banna", di dalam plotnya digambarkan Rani (istri seorang eksekutif muda) yang berasal dari perkampungan. Rian, sang eksekutif Muda yang sangat dingin terhadap apapun tak terkecuali juga terhadap istrinya Rani. Suatu malam Rani dengan lihainya memainkan Gitar kepada sang Suami meski pertama takut di cuekin sang suami tapi dengan hati yang tegar Rani mencoba memainkan. Kenyataannya Rian tidak begitu. Di luar dugaan. Rian memuji Rani. Ahh, pasti sangat romantis dan menyenangkan bisa bermain gitar seperti ini (pikir saya waktu itu) Hahaha :D
Semenjak itu, saya jadi tergila-gila dengan "Gitar". Saya suka sekali dengan alat musik yang satu ini. Menurut saya, gitar itu cukup untuk mengusir kebosanan jiwa apalagi di tambah dengan bisa menyanyi. Wuihh.. :D
Tahun 2011, saya lulus di salah satu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) atau sekarang sudah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh in majoring English Department. Saya jadi mahasiswa Bahasa Inggris sekarang. Kawan-kawan dari berbagai daerah dan berbagai latar belakang sekolah berkumpul di sini. Dan alangkah malangnya, tidak ada seorang pun lulusan alumni kami yang perempuan di sini kecuali saya sendiri. Yah, agak lebih tertantang bagi saya, dengan tidak mengenal seorang pun.
Okay, kembali ke topik. Jadi di kampus lah saya banyak dapat ilmu lebih tentang betapa nikmat dan bermaknanya mendengar lagu barat. Ketika kami lagi duduk-duduk menunggu dosen di sebuah ruang kelas semester 1, ada teman saya namaya Yupi, dia bilang kurang lebih gini "Aku lebih suka dengar lagu Barat, lagunya lebih variasi dan lebih bermakna kalo di dengar-dengar, terus bisa juga sekalian praktis listening". Seketika saya tersentak, saya cobalah minta beberapa lagu darinya dan coba mencari lirik lagu. Setelah saya amati, ada benarnya juga perkataan Yupi.
Meskipun, sekarang saya memang lebih menfavoritkan lagu Barat. Tetapi, saya masih juga mendengar lagu-lagu karya anak Indonesia.
Saya juga terinspirasi untuk belajar gitar dari Pengamen-pengamen Indonesia. Jadi, tidak sekedar suka. juga belajar. Saya belajar otodidak beberapa waktu silam dari kakak leting, namanya kak Yulia. Alhamdulillah, kakak itu bersedia mengajarkan saya beberapa kunci dasar gitar. Tetapi, 1 tahun ini, uda ga ketemu lagi. Karena, beliau sudah mulai sibuk dengan proposal tugas akhir kuliah. Alhamdulillah, kemarin, tepat tanggal 8 Mei 2014 Kak yuli wisuda. Congratulations sist! Tetapi, perjuangan mendapat gelar sarjana masih panjang. Karena setelah ini, mareka akan Koas selama beberapa bulan di rumah sakit umum.
Sekalipun, sekarang belum punya gitar pribadi. Tapi harapan itu pasti ada. Apalagi, saya punya beberapa teman yang memang bisa bermain gitar. Ada Odah dan Rezcia, mereka kawan-kawan se unit saya yang bisa di minta belajar dan dengan senang hati mereka bersedia mengajarkannya. Kesempatan emas ni.. (:
Oya, saya kepingin seperti si cewek Jepang ini, YUI. Yui juga salah satu favorit dan inspirator saya untuk belajar gitar. Yui yang kemana-kemana membawa gitar, Yui yang kalo lagi bosan dan kesepian pasti bermain gitar, Yui si anak yatim sejak masih kecil. Saya suka dengan kesederhanaan Yui. InsyaAllah. Saya cukup yakin insyaAllah bisa juga suatu hari. Amiin ya Allah. (:
source pict : google.com
Love,
AH




No comments:
Post a Comment