24.12.16

#SavePijay

Seminggu lalu saya mengikuti kegiatan Trauma healing bersama teman-teman dari Sekolah Aman Bencana.
Sekolah Aman Bencana sendiri baru tahun ini pertama sekali membuat kegiatan lapangan bencana. Ya sesuai dengan umurnya yang baru akan 4 tahun. :)

Sekolah Aman Bencana (SAB) dibentuk tahun 2013, dan saya baru awal tahun 2016 bergabung menjadi tim fasilitator tanggap bencana. 
Kegiatan Trauma healing berlangsung dari tanggal 16-18 Desember 2016, di gampong Jiem-Jiem, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Banyak hal yang kami lakukan selama kurang lebih 3 hari di sana. Salah satunya bermain Tanggap Bencana, tujuan dari permainan ini adalah untuk mengajarkan dan memberi gambaran bagaimana cara menyelamatkan dari dari beberapa kejadian alam, seperti gempa bumi, banjir, longsor, kebakaran dll. 

Cara bermainnya pun sederhana. Setiap orang mendapat satu bencana, contohnya Gempa; ketika fasilitator menyebutkan nama gempa, siapapun yang memengang nama Gempa, harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh mentor. Pertanyaan seputaran pengetahuan umum untuk usia 7-15 tahun. Jika ada yang salah menjawab, maka mentor akan memberi hukuman. Hukumannya berupa cerita kepada teman-teman tentang diri sendiri, kesukaan/ketidak sukaan, cita-cita dan guru yang digemari :D.

Dari kegiatan ini, saya banyak belajar baik dari adik-adik di sana maupun dari fasilitator SAD senior. Yah, tiga hari yang menyenangkan dan menyedihkan. Menyenangkan bisa berada di tengah-tengah adik-adik yang memiliki semangat tinggi berpartisipasi dalam kegiatan kami, menyedihkan melihat keadaan di daerah jiem jiem, banyak rumah yang rusak, sekolah, masjid dan tempat-tempat umum. 

Ini ada beberapa dokumen selama mengikuti Trauma Healing beberapa hari lalu. Enjoy! (:





  

~ AH ~

No comments:

Post a Comment