Jumat (24 juni 2016) lalu saya pulang kampung. Alhamdulillah,
bisa kembali merasakan suasana 10 akhir ramadhan di rumah. Biasa di 10 terakhir
ini akan banyak keluarga di luar daerah/kota yang pulang kampung. Ini lah suasana
yang paling menyenangkan. Berkumpul dengan sepupu-sepupu. Ahh. (:
Tetapi, tidak untuk tahun ini.
Tahun ini hanya beberapa saja yang pulang, yang lain
beberapa bulan lalu sudah mudik. Mudik dadakan. Takdir Allah berkata lain. Menjelang
Ramadhan kakak sepupu meninggal dunia. Jadilah semua pulang kampung sebelum
waktunya. Semoga Allah lapangkan
kuburnya, kak (amin).
* * *
* * *
Namanya Afifah, kami memanggilnya ipah(pah), umurnya sekitar 5 th.
Gadis kecil yang saat ini sedang dekat dengan saya. Putri
bungsu dari kakak sepupu kami. Sepengetahuannya kemarin, saya pulang kampung,
dia sering mencariku.
“cek unaaa” begitu
kerap sapaannya untuk saya.
Kalau saya sedang duduk, biasa dia akan langsung kepangkuan.
Atau kalau sedang jalan langsung dia peluk kaki-kaki, sehingga saya tidak bisa
jalan. Ahh, anak kocik ini :D
Malam kemarin, dia buka puasa di rumah. Mamaknya ajak pulang,
kayaknya dia menolak (saya kurang tau, soalnya lagi mandi. hihihi)
“pah… mau makan apa? Kue ini? (tunjuk beberapa kue seperti
boh rom rom, bakwan, adee dll)” tanya
saya.
Dia diam. Nampaknya dia ga tau jenis dan rasa kue2 itu. Dia melihat
ke arah saya, yang sedang makan boh rom rom.
“mau makan nasi” jawabnya.
Saya ambil piring, selanjutnya sesuai permintaannya (kuah
bening dan ikan goreng).
“cek unaaa. Shalat sebentar ya” saya bilang.
“iyaa” jawabnya.
Selagi saya shalat dia putar arah. Belakang-depan-kiri-kanan. Sesekali melihat ke arah saya yang sedang ruku’ atau I’tidal. :D
Selesai shalat, seperti biasa zikir dan doa (rencana). Tetapi belum
sempurna saya selesai shalat.
“cek unaa. Ke rumah cek bang dan cek dek yok!” katanya
“gapapa. Pah pergi duluan ya. Ga lama, cek una susul” kata
saya, karena di luar banyak orang dan jarak rumah yang ia maksud cuma 50 meter.
“ga mau” jawabnya.
“hm, yauda, tunggu sebentar ya. “ masih keukeh mau doa bentar.
“ iya”
Baru selesai saya membaca Bismillahirrahmanirrahim, dia
kembali.
“yok cek una. Cek unaa. Yok!” rengeknya
Masya Allah. :D
Akhirnya saya putuskan, enggak jadi berdoa.
“iya iya. Yokk!” Sambil membereskan mukena.
Sejenak saya berpikir, jadi yang tadi saya bilang “sebentar
ya” dan di iyakan apa?
Terakhir saya pahami, mereka meng-iyakan tanpa mengetahui
apa yang dimaksudkan. (:
Hahay, begitu rasanya jadi ibu-ibu ya ..:D
So, are you really ready to face the real one? Haha :D
![]() |
| Enggak ada hubungan dengan gambar "sofia" ini. Saya lagi suka dia aja :D |
Love,
AH.

No comments:
Post a Comment